Penangkaran Penyu Sisik di Pulau Pramuka

Penangkaran Penyu sisik di pulau pramuka merupakan tempat pelestarian penyu sisik di kepulauan seribu jakarta, awal mulanya penangkaran penyu di mulai tahun 1984 di pulau semak daun kemudian berlanjut di pulau pramuka. selain pulau pramuka sekarang juga ada penangkaran penyu lain di kepulauan seribu jakarta yaitu di pulau kelapa dua.

Mengenal Penyu Sisik

Penyu sisik atau yang mempunyai nama latin Eretmochelys imbricata merupakan jenis penyu yang terancam punah yang tergolong dalam familia Cheloniidae. penyu ini adalah satu-satunya spesies dalam genusnya. Spesies ini memiliki persebaran di seluruh dunia, dengan dua subspesies terdapat di Atlantik dan Pasifik. E. imbricata imbricata adalah subspesies di Atlantik, sedangkan E. imbricata bissa adalah subspesies di wilayah Indo-Pasifik.[2]

Secara penampilan penyu ini tidak berbeda dengan jenis penyu lainnya. penyu ini memiliki bentuk tubuh yang datar dengan karakaps sebagai pelindungnya dan sirip yang mirip dengan lengan berfungsi untuk berenang ke laut lepas. Perbedaan E. imbricata dari penyu lainnya yang sangat mudah dibedakan adalah paruhnya yang melengkung dengan bibir atas yang menonjol, dan tampilan pinggiran cangkangnya yang seperti gergaji. Cangkang penyu sisik dapat berubah warna, sesuai dengan temperatur air. Walaupun penyu ini menghabiskan separuh hidupnya di samudra terbuka, sesekali mereka juga mendatangi laguna yang dangkal dan terumbu karang.

Praktik penangkapan penyu ini mengakibatkan populasi yang semakin menurun dan terancam punah. Sebuah badan organisasi World Conservation Union mengklasifikasikan penyu sisik sebagai spesies kritis.[1] Cangkang penyu sisik adalah sumber utama dari material cangkang kura-kura yang digunakan untuk bahan dekorasi atau hiasan. Convention on International Trade in Endangered Species melarang penangkapan dan penjualan penyu sisik maupun produk-produk yang berasal darinya.[3]

Untuk melestarikan keberadaan penyu sisik agar tetap eksis, di indonesia ada beberapa tempat yang mempunyai penangkaran penyu seperti di kepulauan seribu jakarta ada dua lokasi yaitu di pulau kelapa dua dan pulau pramuka. penangkaran penyu sisik dirintis sekitar tahun 1984 di pulau semak daun kemudian berlanjut di pulau pramuka. penyu ini dikembang biakan dan dirawat sampai cukup umur untuk kemudian dilepaskan di pantai supaya hidup lautan lepas. saat mereka dewasa dan bertelur penyu ini akan kembali kedaratan lagi. telur inilah yang akan ditetaskan dengan media pasir dengan dibuat seperti habitat aslinya.

Berikut cara pemeliharaan dan perawatannya:

  1. Telur-telur yang didapat diambil untuk ditetaskan dimedia pasir,tempatnya dibuat sebagaimana habitat aslinya
  2. Telur-telur yang menetas (± 55 hari), kemudian dibesarkan dalam bak-bak penangkaran. Dalam hal ini, penyu kecil (tukik) belum dilepas ke dalam air sebelumnya tali pusarnya copot dan tukik dapat bertahan tanpa air kira-kira 10-12 jam.
  3. Tukik dipelihara dan dirawat dalam bak-bak besar,dengan diberikan pakan berupa daging dan ikan
  4. Setelah dipelihara dan dirawat dengan baik, penyu-penyu ini nantinya akan dilepaskan kembali ke laut lepas setelah dianggap bisa menghindar dari predator.

Kebanyakan penyu yang berada di penangkaran adalah penyu sakit dan cacat yang dianggap belum mampu bertahan hidup jika dilepas ke laut. Di penangkaran tersebut, penyu-penyu yang sakit akan diobati sampai dinyatakan pulih sehingga bisa dilepas di laut. Di sana pula para tukik-anak-anak penyu-dipelihara dalam rearing area. Penyu Sisik bersifat omnivora, disamping memakan alga laut (sea weed) seperti Cymodaceae sp. dan Posidonia sp. juga binatang- binatang kecil yang hidup di terumbu karang seperti jenis moluska dan udang di perairan dangkal. Salah satu jenis pakan yang diberikan di tempat pelestarian Penyu Sisik adalah ikan ekor kuning.

Penangkaran ini penting untuk menjaga keseimbangan habitat penyu sisik di Kepulauan Seribu. Walaupun jarang ditemukan nelayan yang memperjualbelikan penyu sisik dan telurnya, namun habitat penyu ini sudah terganggu dengan keberadaan pulau-pulau yang menjadi tempat wisata.Penyu itu memiliki sifat kembali ke tempat ia bertelur atau ditetaskan, ke mana pun jauhnya ia pergi. Beberapa kali pernah ditemukan penyu yang kembali ke satu pulau untuk bertelur, tetapi kemudian penyu itu tidak bisa naik ke atas pasir pantai karena pantainya sudah ditembok. Kemungkinan ia terpaksa mencari tempat baru untuk bertelur.Selain penyu sisik, Pak Salim juga aktif dalam pelestarian mangrove di seputaran pesisir pantai Kepulauan Seribu, mangrove atau pohon bakau itu penting untuk pulau. Selain menahan abrasi dari ombak, kayunya juga bisa dijadikan kayu bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *